24 Juli 2008
Krakatau Steel Segera Masuki Tahapan Go Public

JAKAKTA - PT Krakatau Steel telah merampungkan sejumlah tahapan menuju proses go public yang diharapkan pemerintah terlaksana pada kuartal IV-2008, kendati DPR belum memberikan lampu hijau.

"Housekeeping sudah, audit juga sudah, due diligence pun sudah," tutur Komisaris Utama PT Krakatau Steel Taufiqurrahman Ruki di sela BUMN Executive Meeting, Jakarta, Rabu (23/7).

Ruki menegaskan, secara prinsip PT KS sudah siap melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/lPO) saham. Namun, ketika ditanya kapan persisnya IPO PT KS, dia mengaku belum bisa memastikan.

Menurut dia, semua tergantung DPR. Itu bagian dari proses yang harus kami penuhi. Begitu peluit berbunyi, ya kami jalan. Tapi, kalau peluit belum bunyi, belum boleh dilakukan. Sama saja seperti main bola," ujarnya.

Ruki juga mengungkapkan, PT KS hingga akhir semester 1-2008 membukukan laba bersih Rp 755 miliar. Hingga akhir 2008, KS diperkirakan meraih laba bersih sekitar Rp 1,6 triliun, jauh melampui target tahun ini sebesar Rp 430 miliar.

"Sampai Juni, laba bersih KS sudah Rp 755 miliar, pada akhir tahun bisa dua kali lipat, sekitar Rp 1,6 triliun. Tapi, itu bukan target. Kami juga kan harus memperhitungkan kenaikan harga BBM dan nilai tukar. Kami harus prudent. Kalau ternyatadapat lebih, alhamdulillah," paparnya.

Meskipun targetnya telah terlampaui, kata Ruki, manajemen PT KS tidak perlu melakukan revisi target laba bersih tahun ini. Tanpa direvisi, target kami sudah terlampaui, kok," tandasnya.

Meneng BUMN Sofyan Djalil sebelumnya mengungkapkan, pemerintah mengharapkan DPR mengizinkan KS go public pada semester II tahun ini. Dia yakin kondisi pasar modal segera pulih, seiring membaiknya bursa global.

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), total kapitalisasi saham emiten BUMN selama semester 1-2008 anjlok 23.3%. Bersamaan dengan itu, harga saham emiten pelat merah juga merosot 24,6%.

Kondisi itu berbanding terbalik dengan tahun silam. Selama semester 1-2007, total kapitalisasi dan harga saham emiten BUMN masing-masing tumbuh 8% dan 58,6%.

Berdasarkan data yang dihimpun Investor Daily, dari 14 s:aham emiten BUMN yang diperdagangkan di BEI, hanya Fr Timah Tbk (TINS) dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) yang kapitalisasinya tumbuh selama semester 1-2008. Sedangkan kapitalisasi saham 12 emiten BUMN lainnya turun.

Secara keseluruhan, kapitalisasi saham emiten BUMN merosot Rp 141,33 triliun (23,3%), dari Rp 605,50 triliun menjadi Rp 464,18 triliun. (cll7)

Sumber : Investor Daily Indonesia, Page : 10 

 Dilihat : 4213 kali