19 Juli 2008
Tiongkok Bangun Pabrik Baja Berkapasitas 3 Juta Ton

JAKARTA - Perusahaan baja asal Tiongkok, China Steel Resources Holding Company, akan membangun pabrik baja dengan kapasitas total 3 juta ton/tahun di Indonesia. Pembangunan pabrik tersebut akan direalisasikan dalam lima tahun mendatang.

"China Steel akan merealisasikan pembangunan pabrik baja itu dalam dua tahap. Tahap pertama yaitu di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dengan kapasitas sekitar 1,5 juta ton," kata Deputi Bidang Pelayanan Investasi Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Achmad Kurniadi di sela Konvensi Bisnis Internasional Pengusaha Indonesia dan Tionghoa Terkemuka Sedunia di Jakarta, Jumat (18/7).

Dia mengatakan, pembangunan pabrik baja di Banjarmasin tersebut saat ini dalam proses pembebasan lahan. Sedangkan pabrik tahap kedua, China Steel masihmencari lokasi yang tepat. "Izin investasi yang pertama di Banjarmasin itu karena dekat dengan sumber bahan bakunya, selanjutnya (untuk pabrik kedua) mereka masih mempertimbangkan lagi di mana lokasinya. Kan masih banyak wilayah Indonesia yang memiliki potensi bagus," ujarnya.

Dia menjelaskan, selama ini investor asal Tiongkok umumnya menanamkan modalnya pada industri yang berbasis sumber daya alam seperti pertambangan, perkebunan, dan perikanan.

"Karena itu, kami kami menunggu untuk investasi bidang transportasi dan manufaktur terutama di sektor-sektor unggulan nasional antara lain industri makanan, pulp dan kertas, industri kimia, karet, keramik, besi, baja, elektronik, mesin, transportasi, dan sarana transportasi udara danlaut, serta pembangunan jalan tol," katanya.

Menurut Achmad, tren pertumbuhan investasi Tiongkok di Indonesia cukup tinggi. Pada 2007, investasi dari Tiongkok naik sekitar 30% yaitu sebesar US$ 28,9 juta. "Tiongkok memang tidak termasuk dalam 10 besar negara yang berinvestasi di Indonesia. Namun, trennya cukup bagus dan diharapkan ke depan akan lebih besar lagi," kata dia.

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu mengatakan, disahkanya Undang-Undang PPh oleh DPR akan semakin menarik minat investor asing termasuk asal Tiongkok untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

"Pemerintah sudah berusaha untuk menciptakan iklim investasi yang menarik bagi investor asing antara lain melalui PP No 1/2007, UU PPh, UU No 25/2007 tentang Penanaman Modal. Ini merupakan insentif yang diberikan kepada para investor," katanya.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga memberikan insentif khusus di kawasan ekonomi khusus (KEK) dan zona perdagangan bebas (free trade zone) seperti insentif restitusi pajak serta bebas biaya masuk (BM) untuk impor di kawasan tersebut. "Di sisi lain, Indonesia dipandang baik oleh dunia karena kestabilan makro dan iklim investasi yang baik serta memiliki potensi pasar yang besar dan sumber daya alam yang kaya," tutur Mendag

Dalam konvensi yang digelar pada 18-19 Juli 2008 itu hadir perwakilan dari 93 perusahaan asal Tiongkok datang ke Indonesia untuk menjajaki peluang investasi di sektor perdagangan, properti, manufaktur, keuangan, serta energi dan mineral. Konvensi itu dihadiri pengusaha Tiongkok dari lima sektor usaha.

(Sumber: Investor Daily Indonesia)

 Dilihat : 3274 kali