18 Juli 2008
DPR Baru Bahas IPO Krakatau Steel Agustus Mendatang

Bulan depan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) segera membahas penawaran umum saham perdana (IPO) PT Krakatau Steel (KS) secara intensif. Yang jadi permasalahan saat ini, DPR masih belum bisa menentukan Komisi mana yang akan membahasnya.

"Masih ada tarik-menarik siapa yang akan membahas, apakah Komisi VI atau IX. Apalagi saat ini DPR sedang reses, sehingga kemungkinanakhir Agustus baru bisa dibahas," kata anggota DPR Didik J Rachbini dalam sebuah diskusi di Jakarta, kemarin.

Diungkapkan Didik, sampai saat ini masih menjadi perdebatan apakah Komisi VI yang mengurusi bidang BUMN atau Komisi XI yang mengurusi masalah keuangan negara yang berhak membahas rencana aksi korporasi PT KS ini.  Selain itu, Didik mengharapkan keinginan melaksanakan opsi IPO bukan untuk mengusik BUMN produsen baja nasional ini, tetapi memang bertujuan untuk membuka pasar baja di Indonesia agar PT KS bisa mengembangkan diri.

Di tempat yang sama, pengamat pasar modal, Dandossi Matram mengatakan, jumlah saham yang akan dilepas PT KS melalui IPO diperkirakan sekitar 20-30 persen atau senilai Rp 2,5 sampai Rp 3,5 triliun.  "Dengan perkiraan valuasi aset KS sekitar Rp 13 triliun, maka pelepasan saham sekitar 20-30 per-sen ke pasar masih diserap oleh pasar," kata Dandossi.

Dalam IPO nanti, lanjutnya, KS ingin menari dana masyarakat sekitar 200 juta dolar AS yang akan dimanfaatkan antara lain untuk meningkatkan kapasitas produksi. Saat ini, kapasitas produksi KS saat ini sekitar 2,5 juta ton per tahun, dan dengan investasi baru nanti perusahaan ini memperkirakan bisa memproduksi hingga empat juta ton per tahun. Selain itu, melalui IPO ini akan me-ningkatkan tranparansi KS sebagai perusahaan publik.

Melalui IPO ini, lanjutnya, profitabilitas perusahaan dapat lebih terukur dengan implementasi Good Corporate Governance (GCG) dan hal itu membuka akses lebih besar untuk memperoleh pendanaan baik dari sektor perbankan maupun pasar modal. Sedangkan waktu yang tepat untuk melakukan IPO KS adalah pada akhir tahun ini.

"Jika DPR sudah membahas,diperkirakan selesai September. Setelah mendapat persetujuan DPR, perlu waktu tiga bulan untuk persiapan, sehingga kemungkinan bisa dilakukan pada Desember mendatang," imbuhnya.

Di tempat terpisah, terkait masih belum diputuskannya opsi IPO oleh DPR, Komisaris PT KS Taufiequrachman Ruki kepada Probisnis mengaku kecewa. "Saya kecewa putusan IPO PT KS tidak dalam masa sidang sekarang. Baru dibahas di masa sidang depan. Padahal kita sudah sangat siap," ujar Ruki di kantor PT KS, Jakarta, Rabu (16/7).

Ia mengatakan, total dana yang akan diraup PT KS dari proses IPO ini berkisar Rp 4 sampai 5 triliun yang cukup diterima dari 10 persen pelepasan saham.  "Nilai itu nantinya adalah bagian dari Rp 12 triliun total investasi PT KS sampai 2008 dalam rangka mengejar produksi sebesar 5 juta ton," jelasnya.

(Sumber: Rakyat Merdeka)

 Dilihat : 2806 kali