18 Juli 2008
Harga Baja Terus Melonjak

JAKARTA - Harga baja di kawasan Asia diperkirakan melonjak mengingat pada 2010 terjadi kekurangan pasokan akibat meningkatnya permintaan pembuatan kapal di China dan Korea Selatan. Dampaknya, sejumlah perusahaan baja menggelar akuisisi perusahaan tambang bijih besi (iron ore) untuk mengamankan pasokan bahan baku.

Direktur Utama PT Krakatau Steel Fazwar Bujang mengatakan perseroan membidik beberapa produsen tambang bijih besi (iron ore) dari Australia untuk diakuisisi. Langkah itu ditempuh guna mengamankan pasokan komoditas tersebut, yang saat ini harganya terus membumbung.  "Kami saat ini tengah melakukan pembicaraan dengan perusahaan asal Australia, yang sejauh ini kami anggap ideal karena jaraknya yang relatif dekat bisa memotong biaya pengangkutan," ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg, pekan ini.

Berdasarkan catatan Bisnis, tambang yang tengah dibidik itu adalah Grange Resources Ltd. KS berminat menguasai 20%-30% saham Grange. Perseroan menyiapkan dana sebesar US$40 juta.

Direktur Pemasaran Krakatau Steel Irvan Kamal Hakim juga memastikan perseroan akan menaikkan harga baja. Menurut dia, kenaikan harga baja disebabkan oleh bahan baku baja yang diimpor dari beberapa negara seperti Australia, Chili, Venezuela dan Bahrain mengalami kenaikan harga hingga 30% dari sebelumnya.

Selain itu, naiknya tarif pengapalan dari sekitar US$28-US$32 per ton pada Desember 2007, menjadi US$60 per ton pada Januari 2008. "Biaya perkapalan naik dua kali lipat, akibat tingginya harga minyak dunia," ujarnya belum lama ini.

Tambah produksi

Produsen baja terbesar ketiga di Asia Posco Korea Selatan menyatakan telah menyiapkan dana sebesar US$1,4 miliar untuk mendongkrak produksi karena bertambahnya permintaan pembuatan kapal dan kendaraan.

Selain itu, Baosteel Group Corp Chinas juga berencana meningkatkan kapasitas produksi dari level saat ini sebesar 30 juta ton menjadi 80 juta ton. Perusahaan baja terbesar kedua di dunia Nippon Steel Corp. telah meningkatkan harga lembaran baja karena peningkatan biaya bahan baku energi.

Juru Bicara Nippon Steel Masato Suzuki mengatakan jumlah kenaikan harga lembaran baja mencapai 10.000 yen atau setara dengan USS95 per metrik ton untuk kontrak pengiriman Agustus.  Padahal, Nippon Steel telah menaikkan harga lembaran baja sebesar 10% menjadi 110.000 yen atau setara dengan 1.045 per metrik ton pada bulan lalu.  Pada April, harga lembaran baja juga sudah meningkat sebesar 20.000 yen.

(Sumber: Bisnis Indoensia)

 Dilihat : 3979 kali