17 Juli 2008
IPO Krakatau Steel Prioritaskan Investor Asing

JAKARTA-Investor asing akan diprioritaskan dalam penawaran umum perdana (initial public offering/lPO) saham PT Krakatau Steel yang diharapkan terlaksana pada kuartal IV-2008.

"Targetnya investor asing dan lokal. Namun, investor asing yang akan diprioritaskan karena mereka cukup mendominasi pasar di Indonesia. Yang paling penting adalah bagaimana saham KS bisa likuid," ujar Direktur Utama PT KS Fazwar Bujang di Jakarta, Rabu (16/7).

Fazwar Bujang juga mengungkapkan, PT Bahana Securities dan PT Danareksa Sekuritas akan diprioritaskan sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) dalam IPO tersebut

"Meski diprioritaskan, tetap saja harus menunggu beauty contest. Setelah itu, baru dibuat SK-nya yang kemudian diserahkan kepada pemerintah," katanya.

Dia mengakui, banyak underwriter yang diseleksi. "Tapi kalau yang dari BUMN sudah biasa. Po-koknya tergantung seleksi akhirnya. Harapan saya sih awal Agustus sudah ada yang ditunjuk," tuturnya.

Mengenai berapa persen saham yang akan dilepas, Fazwar mengungkapkan, jumlahnya tergantung perhitungan underwriter. "Saya tidak bisa bilang berapa persennya karena yang dilihat nilai akhirnya. Jadi, kita tunggu saja penilaian dari underwriter," paparnya.

Fazwar Bujang menambahkan, perseroan menargetkan dana IPO sekitar Rp 4 triliun hingga Rp 5 triliun. TJan yang paling penting, ka-, mi tidak mau saham PT KS dilepas terlalu besar," katanya.

Sementara itu, Menneg BUMN Sofyan Djalil mengemukakan, pemerintah berharap IPO saham PT KS dapat terlaksana pada kuartal IV-2008. Begitu pula dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, IV, dan VII. "Kami harapkan KS bisa IPO tahun ini, tapi ternyata masih ada proses, yaitu meminta persetujuan DPR," ujarnya.

Menurut dia, persetujuan DPR sulit diperoleh dalam waktu dekat karena akhir pekan ini hingga pertengahan Agustus mendatang parlemen memasuki masa reses.

"Jadi, kami harapkan awal musim sidang depan bisa selesai. Ternyata Dewan perlu sesuatu semacam perdebatan. Saya lebih melihat persoalan ekonomi saja. DPR melihatnya kan dari segala hal, termasuk aspek politik," paparnya.

Dia menambahkan, PTPN III, IV, dan VTI juga mengalami hal serupa. Secara teknis, PTPN telah siap. Jika persetujuan DPR dapat segera turun, PTPN langsung go public. "Kami harapkan sebanyak mungkin dana yang bisa diraup dari IPO. Kami berharap PTPN dapat cepat merebut pasar yang kom peti tif saat ini," tandasnya.

Menneg BUMN menjelaskan, pangsa pasar PTPN semakin lama semakin berkurang. "Swasta dan asing maju sangat cepat. Saat ini market share PTPN hanya tinggal 20%," ucapnya.

(Sumber: Investor Daily Indonesia)

 Dilihat : 2707 kali