16 Juli 2008
Tiga Industri Dilindungi dari Perdagangan Bebas

PEMERINTAH Indonesia setidaknya akan melindungi tiga sektor industri, yakni otomotif, tekstil dan produk tekstil (TPT) serta baja, dari liberalisasi perdagangan dunia.

Ketua Tim Teknis Perundingan Bidang Non Agricultural Market Access (NAMA/produk nonpertanian), Ramon Bangun, usai rapat persiapan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Agenda Pembangunan Doha (DDA) Badan Perdagangan Dunia (WTO), Selasa (15/7) seperti dikutip Antara, mengatakan, cukup banyak produk industri otomotif yang dilindungi dari liberalisasi perdagangan dunia, begitu juga industri baja.

Untuk TPT, Indonesia akan melindungi pasar produk garmen dalam negeri dari impor produk serupa. "Secara total, kita ingin tarifnya turun lebih cepat," katanya di Jakarta.

Dia mengatakan, pada dasarnya sektor yang kuat di dalam negeri akan dimasukkan dalam daftar produk yang diturunkan tarifnya. Namun, bagi produk yang memerlukan proteksi akan memanfaatkan fleksibilitas, yakni waktu penurunan tarif.

Menurut dia, tidak semua produk dalam satu sektor industri dilindungi dari pembukaan akses pasar yang kerangka kesepakatannya akan dirundingkan di Jenewa, pada 21-7 Juli 2008 ini. "Kalau, sedan yang 1.500 cc ke bawah kita sudah mulai kuat, tapi yang di atas itu kita masih berusaha memperkuatnya.

Pasar Indonesia masih terpengaruh kenaikan harga BBM dan daya beli masyarakat masih belum tinggi. Kalau kita lepas sekarang kita takut daya saing produk dalam negeri jadi anjlok."

Setelah pasar dalam negeri dapat dikuasai, barulah diperkuat penetrasi ke pasar ekspor. "Kalau kita tidak kuat di dalam negeri kan susah mengharapkan ekspor karena untuk ekspor pasti diatur oleh prinsipalnya," ucap dia.

Karena itu, Indonesia masih akan mempertahankan tarif bea masuk (BM) yang tinggi untuk otomotif. Negara yang industri otomotifnya maju seperti Jepang dan Korea meminta negara anggota WTO untuk menurunkan BM produk otomotif hingga nol persen.

(Sumber: Jurnal Nasional)

 Dilihat : 2739 kali