15 Juli 2008
Mittal Bikin Pabrik Baja Baru di Indonesia

JAKARTA (Ml) Produsen baja yang berbasis di Luxemburg, ArcellorMittal, diam-diam berencana menginvestasikan pembangunan pabrik baja di Pasuruan dan Banten. Niat tersebut baru sebatas diskusi awal, namun sudah terjadi pembebasan tanah seluas 100 ribu hektare di Pasuruan.

"ArcellorMittal telah meminta kepada kami dan berdiskusi dengan kami untuk membuka dua steel mill atau dua pabrik baja di Pasuruan dan Banten. Namun, mereka belum memasukkan aplikasi untuk tujuan penanaman modal," kata Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi, tanpa menyebut angka investasinya, dalam raker bersama Komisi VI DPR di Jakarta, kemarin.

Ketika dimintai konfirmasinya soal rencana investasi itu, Departemen Perindustrian mengaku belum mengetahuinya. "Kami belum tahu soal itu," kata Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Depperin Ansari Bukhari.

Dalam pembicaraan awal dengan BKPM, investasi ArcellorMittal menjanjikan ada pasokan baja sekitar 4 juta metrik ton untuk mengisi kebutuhan pasar domestik.

Menurut Lutfi, investasi ArcellorMittal tersebut dikategorikan investasi yang terbuka dan tidak masuk daftar negatif investasi (DNI). Karena itu jika nanti pihak perusahaan memasukkan aplikasi, BKPM akan segera memprosesnya.

"Tidak terlalu lama, sekitar empat hari kami akan mengeluarkan izin untuk mereka berinvestasi," ucap Lutfi.

Ia menjelaskan Indonesia harus bersaing dengan Vietnam yang kini menjadi tempat favorit investasi asing, termasuk di sektor baja. Misalnya, komitmen produsen baja asal India, Tata Steel, yang berniat membenamkan investasi US$10 miliar hingga tahun 2011 di Vietnam.

Meskipun belum memasukkan proposal, pihak ArcellorMittal diketahui sudah membebaskan tanah seluas 100 hektare di Pasuruan. Saat ini ungkap Kepala BKPM, produsen terbesar di dunia yang tengah mengincar PT Krakatau Steel (KS) itu sedang mencari tanah di Banten untuk memperluas kapasitasnya.

Saat ini, proses privatisasi KS yang dijadwalkan pada semester 11/2008 masih dalam proses verifikasi dari pihak DPR. ArcellorMittal berniat membeli KS melalui opsi penjualan mitra strategis. Sementara itu, KS dan pemerintah menetapkan opsi penawaran umum saham perdana (IPO). Selain ArcellorMittal, produsen baja dunia yang pernah mengajukan minatnya membeli KS adalah produsen baja asal Australia BlueScope Steel dan Tata Steel.

(Sumber: Media Indonesia)

 Dilihat : 3430 kali