30 Juni 2008
Penjualan Saham Krakatau 2008 Hanya 10 Persen

JAKARTA - Panitia Kerja Komisi Perindustrian Dewan Perwakilan Rakyat merekomendasikan pelepasan saham lewat penjualan perdana di bursa (initial public offering/lPO) PT Krakatau Steel (Persero) sebesar 10-20 persen pada tahun ini. Sisanya akan dilakukan pada tahun depan hingga mencapai 35-40 persen saham yang dijual.

"Tahun ini mungkin minimal 10-20 persen," kata anggota Panitia Kerja Internal Komisi Perindustrian, Azam Azman Natawijana, kemarin. Menurut Azam, proses pelepasansaham dilakukan secara bertahap untuk menghindari kemungkinan terburuk di pasar. Bahkan, kata dia, apabila kondisi bursa dan ekonomi semakin buruk, ada kemungkinan Dewan tak akan memberikan rekomendasi pelepasan saham tahun ini. "Tak perlu dipaksakan," ujarnya.

Dari hasil kajian Krakatau, kata Azam, perusahaan itu butuh dana Rp 10 triliun untuk pengembangan kapasitas perusahaan. Sekitar Rp 2,1 triliun akan diserap melalui penjualan saham di pasar modal.

Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang mengatakan masih menunggu keputusan Dewan untuk melanjutkan proses penjualan saham. Hingga kini Krakatau belum menunjuk penjamin emisi efek. "Itu dilakukan setelah persetujuan dari Dewan keluar," katanya.

Pekan ini, kata Fazwar; dia bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara dan lima perusahaan negara lainnya akan melakukan penjajakan ke Singapura dan Hong Kong. "Memperkenalkan Krakatau kepada investor," ujarnya.

Dia menyatakan optimistis prosespenjualan saham ke publik akan berhasil pada tahun ini. "Kami lihat harga komoditas tambang sedang bagus sekali," katanya. Fazwar mengungkapkan laba bersih Krakatau per Mei sekitar Rp 500 miliar dan mencapai Rp 1 triliun pada akhir tahun.

Sebelumnya, perusahaan baja milik pemerintah itu mentargetkan laba bersih Rp 850 miliar pada 2008 dari target awal Rp 430 miliar. Kenaikan laba bersih dipicu oleh naiknya harga komoditas baja dan efisiensi.

(Sumber: Koran Tempo)

 Dilihat : 2729 kali