30 Juni 2008
Antam Segera Bangun Pabrik Stainless Steel

JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan Jindal Stainless Ltd, India pada semester II 2008 merealisasikan pembangunan pabrik peleburan nikel dan baja tak berkarat (stainless steel) di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Antam dan Jindal hingga kini masih melakukan studi kelayakan proyek senilai USS 700 juta atau sekitar Rp 6,4 biliun itu. Manajemen Antam optimistis tahun ini juga pabrik tersebut sudah mulai dibangun.

"Dananya berasal dari kombinasi ekuitas dan utang yang optimum," ujar Direktur Utama Antam Alwin Syah Loebis kepada Investor Daily di Jakarta, Minggu (29/6).

Dalam proyek ini Antam akan memiliki 55% saham dan Jindal 45%. Untuk tahap awal, pabrik ini akan memiliki kapasitas per tahun 20 ribu ton nikel dalam feronikel dan 260 ribu ton baja stainless steel. Nikel merupakan buhan baku utama, selain baja, dalam pembuatan baja tahan karat ini.

Bagi Jindal, pengembangan proyek stainless steel merupakan bagian dari strategi bisnis untuk menjadi salah satu pemain utama dalam industri ini.

Sebelum menggandeng Antam, Jindal sejak empat tahun lalu telah berbisnis stainless steel di Tanah Air. Mereka mengakuisisi Maspion Stainless Steel di Gresik, Jawa Timur, Kapasitas produksi pabrik Jindal Stainless Steel Indonesia mencapai 50 ribu ton.

Akuisisi

Sementara itu, Maharashtra Sealess (MSL), anak usaha Jindal, dikabarkan akan mengakuisisi perusahaan tambang bijih besi di Indonesia senilai 3 miliar rupee. MSL memperkirakan cadangan tambang bijih besi perusahaan tersebut mencapai 20 juta ton. Sekitar 1 juta ton dari cadangan tersebut akan diolah menjadi stainless di pabrik yang akan dibangun bersama Antam.

"Rencana akuisisi tersebut sangat membantu Jindal dalam menyediakan bahan baku untuk pabrik stainless tersebut. Jika kerja sama dengan perusahaan tambang Indonesia terealisasi, kami siap membangun pabrik stainless tersebut," ujar Dirut Jindal D P Jindal. seperti dikutip situs The Economic Times, akhir pekan lalu.

Juru bicara Antam Bimo Budi Satryo pernah mengatakan selain fasilitas pengolahan nikel dan stainless steel, pada proyek tersebut juga akan dibangun pembangkit listrik bertenaga batubara, sarana pengolahan air, dan pelabuhan. Proyek di Kendari ini akan menjadi proyek pertama di dunia di mana pabrik pemrosesan stainless steelberlokasi sama dengan pabrik nikel dan tambang.

Stainless Steel adalah baja yang mengandung minimal 12% khromium. Keistimewaan stainless steel adalah lebih kuat dari steel biasa karena sifatnya yang corrosive resistant atau tahan terhadap korosi.

Sebelumnya, Antam juga berniat membeli saham PT Freeport Indonesia. Selain mengambil jatah saham yang dimiliki pemerintah sebesar 9,36%, perusahaan tambang pelat merah itu juga berobsesi memiliki 9,36% saham yang dikuasai PT Indocopper Investama.

Antam juga masih meminati 7% saham PT Newmont Nusa Tenggara dalam proses divestasi tahun ini. Namun, hingga kini pemerintah pusat belum menentukan sikap apakah akan membeli saham tersebut atau melepasnya.

Sebelumnya, Menneg BUMN Sofyan Djalil memberi lampu hijau kepada Antam untuk membeli saham yang ditawarkan Newmont sebesar US$ 426 juta itu.

(Sumber: Investor Daily Indonesia)

 Dilihat : 6507 kali