30 Juni 2008
KS Diperkenalkan ke Investor Singapura dan Hong Kong

JAKARTA: Privatisasi PT Krakatau Steel (KS) diharapkan bisa dilakukan pada semester II2008. Dalam hal ini, privatisasi melalui penawaran saham perdana (initial public offering/ IPO) ke lantai bursa bisa mencapai 35 persen. Pekan ini, KS akan diperkenalkan ke investor di Singapura dan Hong Kong.

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Menneg BUMN) Sofyan Djalil mengatakan, privatisasi KS bisa mencapai angka maksimal 35 persen dan diharapkan terealisasi pada semester II tahun ini. "KS membutuhkan dana untuk ekspansi usaha yang lebih besar, kata Sofyan Djalil di Jakarta, akhir pekan lalu.

Meski demikian, Menneg BUMN terus memperhatikan kondisi pasar dan berharap semakin kondusif serta tidak kemabli bergejolak. "Kita berharap (bisa semester II 2008), tentunya kalau kondisi pasar sudah membaik," ujarnya.

Sofyan sendiri mengungkapkan bahwa hingga kini masalah privatisasi KS masih dalam proses dan belum ada kesepakatan antara pemerintah dan DPR. "DPR sampai sekarang belum bisa setuju, mudah-mudahan segera," katanya seraya menambhakan akan bertemu dengan DPR untuk mendiskusikan masalah KS agar segera dapat terealisasi rencana privatisasinya.

Sementara itu, Direktur Utama KS Fazwar Bujang mengatakan, manajemen KS berupaya keras bisa merealisasikan privatisasi KS pada Oktober 2008. Pekan ini, manajemen KS bersama Menneg BUMN akan mengunjungi Singapura dan Hong Kong untuk melakukan pertemuan tanpa syarat dengan kalangan investor di dua negara tersebut.

"Kita berusaha bisa sesuai jadwal. Tapi itu (privatisasi) bukan pekerjaan gampang. Selasa saya ikut Meneg BUMN untuk non deal roadshow ke Singapura dan Hong Kong. Ada lima BUMN, salah satunya KS. Kegiatan ini untuk memperkenalkan KS kepada calon investor sebelum nanti dilakukan IPO," kata Fazwar.

Tidak Realistis

Secara terpisah, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melihat target IPO KS pada September hingga Oktober tahun ini tidakrealistis. "Jika dipaksakan pada September hingga Oktober, justru akan merugikan KS sendiri, karena harganya kurang maksimal," kata anggota Komisi XJ DPR Dradjad Wibowo.

Menurut dia, proses IPO KS jangan dikaitkan dengan target waktu, karena prosesnya panjang. "Kalaupun hari ini DPR mengeluarkan persetujuan, proses di Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal) akan makan waktu. Jadi target itu kurang realistis," katanya.

Dradjad juga tidak setuju dengan penentuan jumlah saham yang akan dijual masyarakat. "Sebaiknya jangan menyebut besaran yang akan dijual. Lebihbaik diberi batasan maksimalnya saja. Karena jika disebut, investor bisa menghitung dan bisa mempermainkan harganya," tuturnya.

Hingga saat ini, lanjut dia, proses privatisasi KS belum dibahas di DPR. Karena ada dua komisi yang berkaitan dengan proses IPO BUMN baja ini. "Proses IPO ini akan dibahas di Komisi VI DPR yang sifatnya diskusi dan Komisi XI

DPR yang berhubungan dengan keuangan negara. Di Komisi VI DPR sudah dan kami sedang berupaya membahasnya di Komisi XI DPR," ujar Dradjad.

Sementara itu, Deputi Menteri Negara BUMN bidang Rcstrukrisasi dan Privatisasi Mahmuddin Yasin mengatakan, kebutuhan dana KS untuk proyek modernisasi dan pengembangan kapasitas produksi mencapai Rp 14,99 triliun.

Dana tersebut akan digunakan, pertama untuk proyek revitalisasi peremajaan fasilitas produksi iron-making, steelmaking, and rolling mill Kedua, untuk meningkatkan efesiensi bisnis dan proses produksi. Sedangkan ketiga, pembangunan pabrik pengolah bijih besi di Kalimantan Selatan dan mini blast furnace untuk memperbaiki keselarasan kapasitas produksi.

(Sumber: Suara Karya)

 Dilihat : 3906 kali