30 Juni 2008
Produksi Baja Krakatau Steel Naik 22,38%

JAKARTA: Produksi baja lembaran PT Krakatau Steel pada akhir Juni diperkirakan mencapai 940.000 ton atau melonjak 22,38% dari realisasi produksi pada bulan yang sama tahun lalu sebesar 729.673 ton.

Kenaikan produksi tersebut juga terjadi baja jenis produk lainnya yakni long product (kelompok baja batangan) seperti pipa, besi profil, beton, hingga kawat baja (wire rod) sekitar 10% dari 225.000 ton menjadi sekitar 250.000 ton pada Juni.

Direktur Utama PT Krakatau Steel Fazwar Bujang mengatakan peningkatan produksi tersebut mengikuti tren permintaan pasar baja nasional yang melonjak, terutama untuk baja lembaran (flat). "Selama ini KS sangat bergan rung pada kondisi pasar baja lembaran di dalam negeri. Apabila permintaannya meningkat, produksi baja KS secara otomatis ikut naik," kata Fazwar di Cilegon, akhir pekan lalu.

Secara akumulasi, produksi baja lembaran sepanjang enam bulan pertama 2008 juga mengalami kenaikan signifikan bahkan merupakan catatan tertinggi yang pernah dicapai BUMN baja tersebut. Angka produksi itu berkisar di atas 50% dari rerata produksi tahunan yang sebanyak 1,7 juta-1,8 juta ton.

Pada tahun lalu, total produksi baja batangan KS mencapai 450.000 ton. Hingga akhir tahun ini, produksi baja batangan diharapkan bisa mencapai 500.000 ton. "Sehingga total produksi baja KS hingga akhir tahun bisa menembus sedikitnya 2,5 juta ton yang berasal dari baja lembaran sekitar 2 juta ton dan baja batangan 500.000 ton," katanya.

Mulai tahun ini, katanya, KS terus memaksimalkan kapasitas produksi seiring langkah restrukturisasi permesinan dan pembangkit listrik berbahan bakar baru bara.

Produksi KS sebesar 2,5 juta ton per tahun dinilai masih terlalu rendah dibandingkan dengan tingkat konsumsi baja nasional yang setiap tahun rerata 6 juta-6,5 juta ton sehingga terjadi impor yang cenderung terus meningkat.

Target 5 juta ton

Menurut dia, program konversi energi pabrik KS tersebut merupakan salah satu upaya penting untuk mengintegrasikan kebijakan efisiensi, agar KS mampu berproduksi minimal 5 juta ton baja pada 2011 dengan skala biaya energi yang lebih rendah.

Untuk itu, melalui anak usahanya, PT Krakatau Daya Listrik, KS akan membangun pembangkit berkapasitas 320 megawatt (MW) senilai US$320 juta yang akan direalisasikan pada semester D/2008 untuk mendukung operasional pabrik.

Terkait dengan privatisasi KS, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil menegaskan rencana itu akan direalisasikan pada semester H tahun ini dengan batas jumlah saham yang akan dilepas maksimal 35% dari rencana semula 40%.

Dia mengakui hingga kini masih terdapat beberapa hal disepakati antara pemerintah dan DPR terkait rencana privatisasi KS. "DPR sampai sekarang belum memberikan persetujuan terhadap privatisasi KS."

(Sumber: Bisnis Indonesia)

 Dilihat : 3190 kali