25 Juni 2008
Komisaris BUMN Tidak Terima Gaji

Jakarta I Jurnal Nasional, MENNEG BUMN Sofyan Djalil menegaskan komisaris BUMN tidak menerima gaji tetapi hanya penghasilan berupa honor. "Seperti diketahui komisaris BUMN itu tidak mendapatkan gaji tapi honor," katanya usai mengikuti acara sertijab Menko Perekonomian di Jakarta, kemarin.

Menurut Sofyan, sebenarnya tidak ada masalah dengan rangkap Jabatan oleh pejabat negara dengan komisaris BUMN, namun la mengakui perlunya pengaturan secara lebih detil, termasuk melalui surat keputusan bersama (SKB). "SKB ini belum selesai dibahas, sebetulnya tidak ada masalah, yang penting kita atur lebih detail saja," katanya seperti dilansir Antara.

Menurut dia, karena BUMN merupakan milik negara maka pejabat negara masih dibutuhkan untuk mengawasi kinerja BUMN. "Apa pun perusahaan itu pasti akan ada wakil pemegang saham di Jajaran komisaris. Kalau di BUMN, wakil pemegang saham itu ya pemerintah," katanya.

Menurut dia, adanya wakil pemerintah di jajaran komisaris BUMN merupakan hal normal yang perlu terus dipertahankan.

"Cuma kalau kemudian ada yang berlebihan, itu yang harus ditertibkan, dan masalah honor tentu menunggu kebijakan bersama," katanya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Sofyan mengatakan, pemerintah akan melakukan penawaran saham perdana (IPO) BUMN paling tidak atas 5 BUMN dari saat ini hingga akhir 2008 ini. "Kita harapkan tahun (2008) ini paling sedikit 5 BUMN melakukan IPO," katanya.

Sofyan mengakui hingga saat ini pembahasan pemerintah dengan DPR mengenai privatisasi BUMN termasuk melalui IPO belum selesai. "Itu masih dibahas di DPR, kita belum selesai, ya DPR kan tidak bisa dipaksa-paksa," katanya.

Ketika ditanya BUMN mana saja yang siap melakukan IPO, ia mengatakan harusnya semua BUMN sudah ditentukan siap melakukan IPO.

Dia menyebutkan, lima BUMN yang potensial melakukan IPO tahun 2008 ini adalah tiga PTPN, Krakatau Steel, dan PT Bank Tabungan Negara (BTN). "lima BUMN itu kita harapkan tahun ini bisa melakukan IPO," kata Sofyan Djalil. Wahyu Utomo

Sumber : Jurnal Nasional, Page : 3

 Dilihat : 3738 kali