22 Oktober 2007
Permintaan baja diprediksi naik 6,8%, harga terus menguat

FRANKFURT: International Iron and Steel Institute (IISI), perusahaan pembiayaan terbesar untuk industri pengolahan baja, menaikkan prediksi permintaan baja global periode 2008 menjadi 6,8% yang akan mendorong tingginya harga bahan logam tersebut.

Sebelumnya IISI mencatat secara global, permintaan baja pada 2007 naik 5% menjadi 1.179 miliar ton dari posisi 2006 sebesar 1.121 miliar ton. "China dan Asia masih mendominasi pasar baja dunia. Permintaan dari China terutama untuk pembangunan infrastruktur dan konstruksi sebesar 14% sepanjang tahun lalu," kata Paolo.

Meningkatnya prediksi permintaan baja global ini dipicu aksi borong dari negara pasar berkembang. Institut ini mematok permintaan naik 6,8% periode 2008 atau lebih tinggi 0,7% dari prediksi sebelumnya. Permintaan untuk 2007 juga meningkat 6,8% atau 0,9% lebih tinggi dari prediksi sebelumnya. Paolo Rocca, vice chairman IISI dan chairman of Oil and Gas Tube Producer pada Tenaris SA, mengatakan aksi borong dari negara-negara pasar berkembang (emerging market) mampu menutupi penurunan permintaan dari AS, sehingga mengangkat harga baja global.

Permintaan di Brasil, Rusia, India, dari China bahkan diprediksi bertumbuh 12,8% hingga akhir 2007 dan 11,1% pada 2008. "Permintaan akan melanjutkan pertumbuhannya pada kisaran aman. Ekonomi China menunjukkan perkembangan yang sangat kuat dan mendorong bertambahnya permintaan baja," kata Paolo di Berlin, Jerman. Paolo menambahkan permintaan baja China., hingga' akhir 2007 akan naik 11,4% dan pada 2008 menanjak 11,5%, atau 35% dati total permintaan global. Ekspor baja China akan mencapai 50 juta ton pada 2007 dan 55 juta ton pada 2008.

Begitu juga dengan Rusia, bakal menambah konsumsi bajanya sebesar 25% hingga akhir 2007 dan 9,5% pada 2008 setelah adanya proyek konstruksi sumber energi baru di negera pecahan Uni Soviet itu. Brasil juga akan mencatat kenaikan-permintaan baja 15,7% pada 2007 dan 5,21% pada 2008. Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko yang sempat mencatat penurunan permintaan baja sebesar 4,9% tahun ini, pada 2008 akan mencatat pertumbuhan 4%.

Sumber : Bisnis Indonesia (BLOOMBERG), 22 October 2007

 Dilihat : 2723 kali