24 Juni 2008
Harga CRC Membuat Harga Pipa Baja Memuai

JAKARTA. Harga baja lembaran canai dingin atau cold rolled coils (CRC) membara. Di bursa logam terbesar dunia, London Metal Exchange (LME), per Senin (23/6) kemarin, harga kontrak untuk pengiriman Agustus 2008 telah mencapai US$ 1.205 per ton. Itu berarti, harganya sudah melesat 54,48% dibanding harga Januari 2008 lalu yang cuma US$ 780 per ton.

Padahal CRC ini adalah bahan baku untuk pipa baja. Karena itu tak perlu heran jika harga pipa baja ikut-ikutan melonjak. "Saat ini saja kami sudah menaikkan harga hingga 60% dibanding awal tahun," kata Wakil Ketua Gabungan Perusahaan Pipa Baja (Gapipa) Untung Yusuf, Senin (23/6) kemarin.

Namun Untung enggan memerinci besaran kenaikan harga pipa baja sekarang. Namun, jika berpatokan pada harga pipa baja pada awal 2008, yang berada di kisaran US$ 625 hingga US$ 700 per ton, dengan kenaikan 60%, harga pipa baja saat ini berkisar antara US$ 1.000 per ton hingga US$ 1.120 per ton.

Untung bilang, produsen pipa baja terpaksa menaikkan harga jual untuk menutup membengkaknya ongkos produksi akibat kenaikan harga CRC. Namun yang menyenangkan, untuk saat ini, pengguna pipa baja, seperti sektor infrastruktur dan properti, masih bisa bertahan dengan patokan harga baru itu.

"Sampai saat ini belum adapembatalan kontrak pembelian," kata Untung. Namun demikian, jika harga CRC terus membubung, maka produsen pipa baja terpaksa akan kembali menaikkan harga jual.

Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang menyatakan, harga CRC masih bisa naik lagi. "Harga CRC mengekor harga minyak," katanya. Krakatau merupakan produsen utama CRC di Indonesia. Padahal harga minyak masih sangat mungkin melonjak terus. Nah, saat seperti itulah, produsen pipa baja akan kembali menaikkan harga jualnya. Kalau harga sudah naik lagi, sangat mungkin sektor infrastruktur dan properti bisa membatalkan kontrak pembelian pipa baja.

Ketua Asosiasi Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menyatakan, kenaikan harga pipa baja dan komponen baja lainnya, seperti besi, memang memberatkan pengembang. Namun pengembang tak sampai memutus kontrak pembelian pipa baja. "Sekarang tergantung kebijakan pemerintah. Kalau mau membantu sektor properti, caranya dengan menaikkan harga jual rumah susun," kata Fuad.

(Sumber: Harian Kontan)

 Dilihat : 3460 kali