21 Juni 2008
Keputusan Privatisasi KS di Tangan DPR

JAKARTA - Manajemen PT Krakatau Steel (KS) diminta segera mencari dana untuk peningkatan kapasitas produksinya hingga mencapai tujuh juta ton per tahun. Apa pun metode privatisasi yang akan ditempuh perusahaan BUMN itu akan diputuskan oleh DPR.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan hal utama yang hendak pemerintah lakukan di KS bukan pada persoalan privatisasinya. Pemerintah ingin produksi dari produsen baja nasional itu bisa ditingkatkan menjadi tujuh juta ton per tahun. "Krakatau Steel harus meningkatkan dana dengan kredit, dengan IPO, bisa juga dengan kerja sama," ujarnya saat jumpa pers rutin jumaatan di kantornya di Jakarta, kemarin (20/6).

Saat ini produksi perusahaan pelat merah itu baru sekitar dua juta ton per tahun. Menurut Wapres, bila memang IPO merupakan pilihan terbaik bagi KS untuk mencapai target produksi tujuh juta ton itu, maka pemerintah memilih cara itu. Namun ia mengingatkan bahwa izin privatisasi ini berada di tangan DPR.

Sesuai dengan ketentuan UU, lanjut Kalla, penentuan privatisasi itu termasuk model IPO yang akan ditempuh, diputuskan oleh DPR. "Itu berarti eksekusinya di DPR, tanggung jawabnya juga di DPR." katanya menjawab pertanyaan wartawan.

Menurut Wapres, pencarian dana untuk peningkatan kapasitas KS itu harus segera dilakukan. Dengan begitu, ia ingin target produksi tujuh juta ton itu bisa dikejar pada 2011. Sejalan dengan itu, KS pun diharapkan mampu mewujudkan permintaan pemerintah untuk membangun pabrik pengolahan biji besi di Kalimantan Selatan.

(Sumber: Republika)

 Dilihat : 3221 kali