20 Juni 2008
Sebelum IPO, Lima BUMN Gelar Roadshow Awal Juli

JAKARTA. Pemerintah Indonesia masih memiliki program besar yang belum tuntas tahun ini, yaitu divestasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Untuk itu, melalui Kementerian Negara BUMN, pemerintah akan segera mengadakan roadshow ke luar negeri. Dengan langkah ini, Kementrian BUMN ingin menjajaki minat para investor asing atas rencana penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) beberapa perusahaan pelat merah.

Menurut Sofyan Djalil, Menteri Negara BUMN, roadshmv itu akan dilaksanakan pada awal Juli nanti. Tempat yang dituju adalah Singapura dan Hong Kong. "Rencananya ke tempat itu saja," katanya di Jakarta, kemarin (19/6). Untuk membantu hajatan tersebut, pemerintah sudah menunjuk tiga perusahaan sekuritas pelat merah, yaitu PT Danareksa Sekuritas, PT Banana Securities, dan PT Mandiri Sekuritas.

Menurut Sofyan, peserta program roadshmv itu terdiri dari BUMN yang akan menggelar IPO dan beberapa perusahaan yang sudah masuk bursa. Dalam m-adsliow ini, BUMN yang sudah go public akan memberikan informasi terbaru mengenai kondisi perusahaan kepada para investor. Sedangkan BUMN yang akan melaksanakan IPO ingin mengetahui tanggapan para pelaku pasar atas rencana mereka. Pemerintah bersama para BUMN itu juga akan menjelaskan rencana revitalisasi masing-masing BUMN tersebut.

Melibatkan sembilan BUMN

Sayang, Sofyan tidak bisa menyebutkan jumlah dan nama-nama BUMN yang ikut dalam roadshow itu. "Saya belum tahu berapa, tapi ada beberapa," katanya. Namun, menurut seorang eksekutif yang akan mengikuti roadshow itu, ada sembilan BUMN yang terlibat. Lima BUMN merupakan perusahaan yang akan IPO tahun ini, yaitu PT Krakatau Steel, PT Bank Tabungan Negara (BTN), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, PTPN IV, dan PTPN VII. "Mereka telah masuk dalam daftar konsultasi pemerintah dan DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)," katanya.

Selain itu, empat BUMN lainnya sudah melantai di bursa. Mereka adalah PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bank BNI Tbk (BBNI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA). Eksekutif yang enggan disebut namanya itu bilang, keempat BUMN itu mengikuti roadshow karena mereka ingin melakukan aksi korporasi dalam waktu setahun hingga dua tahun mendatang.

Sekadar catatan, pemerintah berencana melepas sekitar 40% saham Krakatau melalui IPO pada kuartal IV 2008. Sedangkan rencana IPO BTN sudah muncul sejak beberapa tahun lalu, namun selalu tertunda Adapun informasi tentang rencana IPO PTPN masih belum banyak terungkap. Selain itu, pemerintah pernah berencana melego sekitar 10% saham BNI ke investor strategis.

Vice President Investment Banking Danareksa Sekuritas Marciano Herman menyatakan, tujuan utama pemerintah menggelar roadshow adalah untuk menjaga komunikasi dengan para investor dan pemegang saham yang berada di luar negeri. Selain itu, pemerintah ingin mendapat masukan dari investor mengenai rencana privatisasi BUMN tersebut. Terakhir, roadshow juga menjadi salah satu persiapan bagi para BUMN yang akan menggelar IPO. "Semacam pre-marketing," ujarnya. Singapura dan Hong Kong dipilih sebagai tujuan roadshow karena investor di kedua negara itu bisa mewakili perilaku para investor asing. "Kalau di situ respon bagus, pasti yang lain juga begitu," imbuhnya

Pengamat pasar modal dari NISP Sekuritas Djoko Rahardjo menyambut baik rencana tersebut. "Program itu memang perlu untuk BUMN yang belum optimal sehingga perlu promosi dan penjajakan," imbuhnya. Dia mencontohkan, karena performa BNI masih di bawah target, mereka perlu meyakinkan investor asing lewat ivadshow. Hajatan ini juga bagus untuk Jasa Marga agar manajemennya lebih transparan.

(Sumber: Harian Kontan)

 Dilihat : 3265 kali