17 Juni 2008
Krakatau Dituntut Perkaya Jenis Produk

JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) diminta memperkaya jenis produk baja untuk mengikuti perkembangan pasar. Badan Koordinasi Penanaman Modal memperkirakan, tanpa melakukan diversifikasi produk. Krakatau Steel bakal tertinggal jauh oleh para pesaingnya di kawasan Asia.

"Produksi baja canai panas dan baja canai dingin saja tak cukup. Nilai tambah produknya semakin rendah," kata Kepala BKPM Muhammad Lutfi dalam rapat kerja dengan Komisi Perindustrian, Perdagangan, Investasi, dan Badan Usaha Milik Negara Dewan Perwa-kilan Rakyat di Jakarta kemarin.

Menurut Lutfi, kini setidaknya terdapat 42 diversifikasi produk baja di pasar internasional. Beragam produk baja itu antara lain untuk memenuhi permintaan sektor elektronik, otomotif, dan pertahanan-keamanan. "Ada transformasi pemakaian baja untuk industri rumah tangga," ujar dia.

Selama 2007, konsumsi baja dalam negeri sekitar 7,5 juta ton. Adapun kapasitas produksi baja dalam negeri sekitar 4,8 juta ton.

Konsumsi baja Indonesia, sekitar 3 kilogram per kapita, tergolong rendah dibanding konsumsi baja dinegara lain. Sebagai perbandingan, konsumsi baja di Singapura sekitar 700 kilogram per kapita, Filipina 6,5 kilogram per kapita, dan Vietnam 90 kilogram per kapita.

Menurut Lutfi, untuk meningkatkan kapasitas produksi baja, Krakatau perlu mengembangkan proses produksi pengolahan bahan baku (iron making process). "Tak hanya industri hilir, industri hulu juga perlu dikembangkan," ujar dia.

Sebelumnya, Direktur Pemasaran Krakatau Irvan K. Hakim mengatakan Krakatau akan mengembangkan pasokan baja untuk industri galangan kapal. Krakatau mema-sang target, pada 2011 pabrik baja lembaran untuk galangan kapal miliknya bisa berkapasitas satu juta ton.

Spesifikasi baja yang dihasilkan Krakatau saat ini, menurut Irvan, tak memenuhi persyaratan untuk galangan kapal. Galangan kapal memerlukan baja dengan ketebalan 25 milimeter dan lebar hingga 4,5 meter. Sedangkan ketebalan baja produksi Krakatau hanya 25 milimeter. Setelah pengembangan pabrik, Krakatau bakal menghasilkan baja dengan ketebalan hingga 100 milimeter dengan lebar 4,5 meter.

(Sumber: Koran Tempo)

 Dilihat : 4284 kali