19 Juni 2008
Dana Ekspansi KS Cukup Lewat IPO

JAKARTA (Suara Karya) Pemerintah tidak perlu lagi menjual PT Krakatau Steel (KS) kepada investor melalui mekanisme penjualan strategis (strategic sales). Sebab kebutuhan dana untuk peningkatan produksi dan kinerja KS bisa didapat melalui mekanisme penawaran saham perdana (IPO) di pasar modal.

Hal tersebut dikatakan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil pada siaran persnya di Jakarta baru-baru ini. Sofyan Djalil menilai menilai kalau IPO dinilai lebih transparan dalam pertanggung jawaban performa perusahaan dibanding denganstrategic sales. "Jadi ke depan, kontrol perusahaan pun masih dapat dikuasai pemegang saham (pemerintah) dan nantinya tetap bisa diselaraskan dengan kepentingan nasional," kata Sofyan.

Dijelaskan Sofyan, istilah privatisasi di Indonesia sering disalahartikan. Menurut dia, masyarakat sering mentafsirkan privatisasi adalah penjualan aset negara. Padahal sebenarnya istilah privatisasi dimaksud bagaimana mcmperdayakan suatu badan usaha milik negara (BUMN) menjadi lebih baik, lebih kuat, lebih sehat, dan lebih mampu berkompetisi di pasar.

Dalam hal ini, privatisasi KS bertujuan mengurangi konsumsi energi, meningkatkan efisiensi dan kehandalan fasilitas, mengurangi impor harian baku setengah jadi (semi-finishedj serta meningkatkan kapasitas produksi baja dan lembarannya untuk kebutuhan pasar. "Diharapkan privatisasi bermanfaat sebagai sumber dana. Selain untuk meningkatkan produksi dan kinerja juga meningkatkan status perusahaan dan meningkatkan aksesnya kepada berbagai investor, baik lokal maupun global," kata Sofyan lagi.

Menanggapi hal tersebut, Panitia Ad Hoc (PAH H) Dewan Perwakilan Daerah PPD) yang diketuai Sarwono Kusmaatmadja mengaku mendukung rencana pemerintah yang disampaikan Meneg BUMN tersebut. "PAH II DPD mendukung penjualan saham PTKS melalui IPO sebagai upaya untuk meningkatkan produksi dan kinerja PTKS," ujar Sarwono.

Meski demikian, PAH n DPD meminta agar pemerintah juga memberikan penjelasan kepada masyarakat perihal keputusan memprivatisasi PTKS melalui mekanisme IPO tersebut. "Sampaikan kepada masyrakat kalau privatisasi KS ini dilakukan pemerintah guna memperkuat struktur permodalan dan hal ini bukan merupakan kepentingan politik," tutur Sarwono.

(Sumber: Suara Karya)

 Dilihat : 3945 kali