09 Juni 2008
CIMB-GK jadi penasihat penawaran umum KS

JAKARTA PT Krakatau Steel (KS) menunjuk PT CIMB-GK Securities Indonesia sebagai penasihat keuangan untuk membantu persiapan pelaksanaan penawaran umum perdana (initial public offering/lPO) maksimal 40% saham.

Dirut KS Fazwar Bujang membenarkan adanya penunjukan CIMB-GK untuk membantu studi awal. "Sebelumnya sudah ditunjuk [CIMB-GK], sedangkan konsultan untuk proses ITO masih menunggu surat keputusan dari Tim Privatisasi Kementerian BUMN," katanya kepada Bisnis melalui layanan pesan singkat akhir pekan lalu.

Menurut dia, IPO KS paling cepat bisa dilaksanakan November tahun ini, mengingat masih diperlukan waktu untuk mengaudit konsolidasi laporan keuangan per Juni 2008, penyampaian dokumen ke Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan, dan seleksi konsultan IPO termasuk penjamin pelaksana emisi.

Staf Ahli Meneg BUMN Alexander Rusli yang juga menjabat komisaris KS mengatakan pemerintah akan secepatnya menunjuk Tim Privatisasi untuk menangani penjualan KS.

Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menambahkan KS harus segera menggelar tender penjamin emisi untuk menangani penjualan saham perusahaan baja tersebut di pasar modal.

Fazwar menambahkan KS tetap melanjutkan IPO PT Pelat Timah Nusantara dan PT KHI Pipe Industries. Ke depan, tuturnya, KS melanjutkan restrukturisasi perseroan melalui privatisasi Larinusa dan KHl.

"Dua anak perusahaan KS tetap akan IPO. Namun, kami masih mencari waktu yang tepat untuk menjalankan aksi korporasi itu. Bagaimanapun, privatisasi anak perusahaan KS tetap harus mendapat restu dari DPR," ujarnya akhir pekan lalu.

Tidak optimal

Menurut dia. IPO dua anak perusahaan KS kemungkinan bisa dilakukan setelah selesainya proses privatisasi induk perusahaan. IPO anak perusahaan yang dilakukan secara berbarengan dengan KS menyebabkan upaya pencarian dana berjalan dengan tidak optimal.

KHI Pipe menunjuk PT Danatama Makmur sebagai penjamin pelaksana emisi 32,5% saham baru. Latinusa juga telah diminati oleh produsen baja terbesar di Jepang, Nippon Steel Co Ltd, dan produsen baja asal Korea Selatan, Pohang Steel Co (Posco).

Berdasarkan dokumen yang diperoleh Bisnis, Komite Privatisasi membolehkan privatisasi hingga maksimal 60% saham KS melalui skema strategic sale atau IPO.

Direksi KS mengusulkan rencana IPO 20% saham baru untuk meraup dana segar sebesar Rp2,05 triliun. Dana itu merupakan bagian dari total yang akan digunakan untuk membiayai pengembangan usaha KS sebesar Rp8,62 triliun. Kekurangan dana tersebut, sebesar Rp5,22 triliun, akan diperoleh dari pinjaman.

Meneg BUMN Sofyan A. Djalil akan melepas 5% saham KS dalam IPO jika situasi pasar sedang tidak kondusif. Namun, pemerintah menyiapkan pelepasan saham maksimal 40% atau senilai Rp4 triliun.

Orias Petrus Moedak, Presiden Direktur PT Reliance Securities, mengatakan struktur kepemilikan anak perusahaan KS harus dirapikan lebih dahulu sebelum masuk bursa agar nilai perusahaan menjadi optimaL

"KS harus memilah anak perusahaan yang ikut saat perusahaan go public. Lebih baik dipilih anak usaha yang mendukung bisnis inti perseroan. Kalau di luar bisnis inti, lebih baik dipisahkah lebih dahulu."

Berdasarkan laporan keuangan 2002-2007, margin usaha KS hanya 4,57%-9,82%. Margin laba bersih BUMN baja itu juga berada di kisaran 1,67%-4,41%.

Apabila melihat itu, profitabilitas KS sangat rendah dibandingkan dengan profitabilitas perusahaan baja sekelasnya di negara lain.

Norico Gaman, Kepala Riset PT BNI Securities, belum lama ini menjelaskan KS mempunyai margin yang rendah karena efisiensi biaya belum optimal, sehingga biaya overhead dan biaya produksi tinggi.

Sumber: Bambang P. Jatmiko, M. Mumu Haikal Wisnu Wijaya Bisnis Imlonesia Bisnis Indonesia, Page : F2 

 Dilihat : 2750 kali