09 Juni 2008
Privatisasi Krakatau Steel

Salah satu kelemahan tim ekonomi pemerintah sekarang adalah kurangnya perhatian pada perusahaan dan industri sebagai kunci pemulihan ekonomi dan teknologi. Terlalu sering diskursus publik di bidang ekonomi disederhanakan sebatas persoalan nilai tukar, isu-isu yang menyangkut perpajakan, ketersediaan modal, dan berbagai indikator makroekonomi lainnya. Akibatnya, ekonomi nasional tetap ringkih terhadap gejolak eksternal. Sementara di sisi pengembangan teknologi, persoalannya masih berkutat primitif terhadap miskinnya kontnbusi lembaga riset. kurangnya dana riset, serta kaburnya peneliti ke negara lain.

Akar masalah dalam memperkuat struktur industri tak pernah tersentuh dengan baik. Kebijakan menyangkut perusahaan dan industri terkesan ter-gopoh gopoh. tak punya gambaran besar dan tak memahami leverage point yang benar untuk memulai penataan.

Kebijakannya tak sistemis dan berjangka panjang, contohnya dalam memaknai kehadiran PT Krakatau Steel. Perusahaan yang semestinya menjadi aktor kunci dalam membangun daya saing industri nasional ini, kalau tak hati-hati, akan segera dikuasai asing. Bila ini terjadi, kita akan gigit jari dalam waktu sangat panjang karena ketergantungan, kehilangan kemandirian, dan mandul dalam berbagai inovasi teknologi. Menguasai Krakatau Steel akan membuka kesempatan menguasai industri nasional dan ekonomi nasional. Karenanya, kebijakan tentang perusahaan ini mestinya dimaknai dalam konteks ini dan disikapi pemerintah dengan sangat hati-hati.

Rosi Sugiarto Mijen. Semarang

Sumber : Koran Tempo, Page : A15 

 Dilihat : 2886 kali