06 Juni 2008
IPO Krakatau Steel Tak Mungkin September 2008

JAKARTA- Nyali manajemen PT Krakatau Steel agak menciut. Mereka tak mungkin mewujudkan tantangan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil. Dua hari lalu, Sofyan menyetujui penjualan Krakatau Steel lewat penawaran saham perdana di bursa alias initial public offering (IPO). Namun Sofyan memberi tenggat, IPO itu harus berlangsung September 2008.

Direktur Utama Krakatau Fazwar Bujang tidak yakin bisa memenuhi tenggat itu. Ia mengatakan, IPO tidak mungkin berlangsung September nanti. Pasalnya, laporan keuangan 2007 yang telah diaudit hanya berlaku selama enam bulan dan telah berakhir masa berlakunya. Karenanya, ia harus membuat audit keuangan semester pertama 2008. "Ini butuh waktu dua bulan," katanya, Kamis (5/6).

Selain itu. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) juga perlu waktu untuk mengklarifikasi proses privatisasi. "Itu juga buruh waktu dua bulan," tambahnya. Jadi, Fazwar memperkirakan proses IPO baru bisa berlangsung November 2008.

Hingga kini Krakatau juga belum menunjuk underwritter alias penjamin emisi untuk IPO itu. Biasanya, IPO BUMN akan melibatkan sekuritas BUMN sebagai undenwriter. Namun, dua sekuritas BUMN, yaitu Danareksa Sekuritas dan Banana Sekurities, mengaku belum mendapat undangan untuk mengajukan proposal sebagai underwriter. "Belum ada ajakan untuk beauty contest," kata Hari Wiguna, Direktur Danareksa Presiden Direktur Bahana Securities Heri Sunaryadi, juga mengatakan hal serupa. Proses IPO mungkin saja berjalan dalam waktu singkat. Tapi, kalau dua-tiga bulan, mungkin agak mepet," ungkapnya. Presiden Direktur Reliance Securities Orias Petrus Moedak juga berpendapat, rencana IPO Krakatau Steel susah terwujud dalam waktu dekat. Di luar baja Krakatau Steel juga punya anak usaha di bidang lain. "Itu harus rapi dulu. Mana yang ikut IPO, mana yang tidak," katanya Merapikan struktur usaha ini juga bisa memakan waktu.

Komisaris Utama Krakatau Taufiequrrachman Ruki menambahkan, BUMN yang akan IPO sesudah persetujuan DPR harus melakukan empat hal merapikan perusahaan, uji tuntas keuangan, reevaluasi aset, dan membentuk tim pelaksana "Keempatnya harus berjalan secara simultan,* tandas mantan Ketua KPK itu. Ini agaknya sulit bisa terlaksana hanya dalam tempo tiga bulan.

Sumber : Harian Kontan, Page : 1 

 

 Dilihat : 3639 kali