05 Juni 2008
Depperin akan muluskan proyek KS-Antam di Kalsel

JAKARTA Departemen Perindustrian akan melakukan koordinasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan untuk menyelesaikan masalah lahan bagi pabrik pengolahan bijih besi (iron ore) yang merupakan usaha patungan PT Krakatau Steel dan PT Aneka Tambang Tbk.

Hingga saat ini, rencana pendirian pabrik pengolahan bijih besi patungan KS dan Antam masih terganjal masalah penggunaan lahan seluas 60 hektare yang berada di Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) di Kabupaten Tanah Bumbu.

Namun, manajemen KS optimistis kendala tersebut yang akan diselesaikan dan target ground breaking dapat dilakukan pada November dapat terealisasi. Dalam ekspansi bisnis di Kalsel, KS dan Antam membentuk perusahaan patungan yakni PT Meratus Jaya Iron and Steel dengan nilai investasi US$60 juta.

Direktur Logam Ditjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Depperin Gusti Putu Suryawirawan mengatakan permasalahan lahan diharapkan bisa segera terselesaikan sehingga peletakan batu pertama dapat dilakukan tahun ini.

"Kami akan koordinasikan dengan BKPM dan Gubernur Kalsel. Minggu ini kami akan melakukan pertemuan. Kami optimistis konstruksinya bisa dimulai tahun ini, commisioning pada 2009 dan 2011 sudah komersialisasi," katanya, baru-baru ini.

Lahan Kapet, katanya, saat ini pengelolaannya diserahkan ke Pemda Kalsel dan dalam penggunaannya mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP)

No. 6 Tahun 2006, bisa melalui sistem sewa atau kerja sama pemanfaatan.

Dalam pendirian pabrik ini, Depperin lebih cenderung mengarahkan kerja sama antara Pemda dan KS-Antam dalam hal pemanfaatan lahan selama 30 tahun. Sebab, kalau menggunakan sistem sewa, jangka waktunya hanya sekitar 5 tahun.

Sementara itu, Direktur Utama PT Krakatau Steel Fazwar Bujang menjelaskan pembangunan pabrik pengolahan bijih besi di Kalsel diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas perusahaan hingga 5 juta ton pada 2011.

"Kami optimistis ground breaking bisa terealisasi pada November. Pabrik itu dirancang memiliki kapasitas 315.000 ton per tahun dan akan mendapat pasokan dari tambang-tambang kecil di wilayah sekitar.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : T2 

 Dilihat : 3436 kali