11 Oktober 2007
Krakatau Steel Tak Gentar Diserbu China

PT Krakatau Steel (KS) tidak terpengaruh oleh aksi bisnis perusahaan baja asing yang masuk dan melakukan ekspansi bisnis di Indonesia. Pasalnya, sang kompetitor Nanjing Steel asal China, baru dalam tahap penjajakan.

Menurut Direktur Utama PT Krakatau Steel Daenulhay, perusahaannya sudah lebih awal mendirikan pengolahan bijih besi bersama PT Aneka Tambang (Antam). "Kita tidak khawatir," katanya di Jakarta, kemarin.

Sementara untuk kompetitor lainnya, China Nickel Resources, terang dia, memiliki segmen yang berbeda dengan KS. Nanjing Steel sendiri terus berekspansi pada sektor industri hulu baja nasional. Kali ini, Nanjing segera membangun pabrik pengolahan bijih besi di Kalimantan Selatan (Kalsel) berkapasitas satu juta ton per tahun. Rencananya pabrik senilai 400 juta dolar AS'ini akan direalisasikan tahun depan.

Data Depperin menyebutkan selain Nanjing Steel dan China Nickel Resources, perusahaan asing yang berekspansi dalam proyek pengolahan di sektor industri hulu baja nasional antara lain China Nickel Resources di Kalsel, PT Vacation International Indonesia (asal China) di Sukabumi, Jawa Barat, PT Oriental Pratama Indonesia (asal China) di Banten, PT Fine Wealthy Indonesia (asal China) di Bengkulu, PT Hoi Cheong Indonesia (asal China) di Bangka Belitung, PT Sinar Nusantara Mitra Selaras (asal China) di Kalsel, PT Indoferro (asal Singapura) serta PT Essar Indonesia (asal India) di Kalsel.

Sumber : Rakyat Merdeka, 11 October 2007

 Dilihat : 2936 kali