05 Juni 2008
Privatisasi KS Melalui IPO

POLEMIK privatisasi PT Krakatau Steel (KS) mulai menemukan titik terang. Setelah lama bergelut dengan opsi initial public offering (IPO) dan strategic sales, pemerintah kini memutuskan untuk mengambil opsi IPO.

Menneg BUMN Sofyan Djalil mengatakan. IPO atau penawaran saham perdana ke pasar modal, merupakan opsi privatisasi paling realistis saat ini. "Kami ingin secepatnya, sebab KS perlu ekspansi segera." ujarnya saat coffee morning meeting dengan wartawan di Kantor Kementerian BUMN Jakarta kemarin (4/6).

Sofyan mengaku, opsi IPO disetujui bukan karena yang terbaik. tapi karena dinilai paling realistis. Sebab, lanjut dia, diskusi soal proses privatisasi KS sudah di luar proporsi. "Daripada buang-buang waktu berpolemik. Nah, karena manajemen dan DPR juga bilang IPO lebih baik, oke go ahead," katanya.

Karena itu, kata Sofyan, pihaknya akan segera meminta komitmen manajemen KS agar segera mempersiapkan proses IPO. "Kalau bisa September nanti IPO. Kita.challenge (tantang. Red) mereka." tandasnya Sofyan menambahkan, karena privatisasi KS sudah dicampuri dengan nuansa politis, maka pihaknya juga bakal meminta komitmen persetujuan IPO dari DPR. "Kalau bisa, dalam minggu-minggu ini," ucapnya.

Lalu, berapa saham yang bakal dilepas? "Bergantung kondisi market." jawab Sofyan. Menurut dia jika kondisi pasar kurang bagus. KS bisa melepas 5 persen saham terlebih dahulu.

Selanjutnya, jika kondisi pasar membaik. KS bisa melakukan additional share dengan melepas saham ke pasar modal, hingga sekitar 40 persen. "Tapi harus segera. Jangan hanya terus berwacana, sehingga sampai akhir tahun tidak ada aksi apa-apa." tegasnya.

Dengan dipilihnya opsi IPO ini. maka upaya raksasa-raksasa baja dunia untuk menjadi partner KS pun dipastikan kandas. Sebelum ini. pemerintah memang membuka opsi strategic sales bagi perusahaan baja dunia yang ingin menjadi partner KS.

Beberapa perusahaan yang sudah menyatakan minat.diantaranya adalah Arcelor Mittal (India), Tata Steel (India). Essar (India). BlueScoope (Australia),dan beberapa perusahaan baja asal Asia, (owi)

Sumber : Indo Pos, Page : 19 

 

 Dilihat : 3517 kali