04 Juni 2008
HARGA TABUNG GAS 3 KG - Harga Baru Tabung Elpiji Ukuran Mini Rp 129.000 per Unit

JAKARTA. Setelah melewati proses dialog yang serius, pemerintah akan menetapkan harga tabung gas ukuran 3 kilogram (kg) Rp 129.000 per tabung. Namun, masih saja Asosiasi Tabung Baja (Asitab) menerima harga baru tabung tersebut dengan berat hari.

Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Departemen Perindustrian (Depperin) Ansari Bukhari mengatakan, pemerintah telah melakukan pembahasan berkaitan dengan harga tabung gas. Menurutnya, keputusan tabung gas telah dilemparkan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kepada Depperin untuk memutuskannya.

Setelah melewati pembahasan harga tabung gas sebesar Rp 129.000," katanya, Selasa (3/6). Menurut Ansari, harga tabung tersebut telah mempertimbangkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebesar 28,7%. Ansari mengungkapkan, harga tabung gas baru ini pun telah disampaikan ke Sekretaris Jenderal Depperin dan Menteri Perindustrian segera membuat surat keputusan.

Asal tahu saja, sebelumnya Asitab mengajukan harga baru Rp 136.000 per tabung. Namun, setelah BPKP melalaikan penghitungan, harga tabung gas yang wajar sebesar Rp 126.000. Tentu

Asitab tidak sepakat dengan harga anyar tersebut.Oleh karena itu, Asitab berkali-kali menemui Depperin untuk membahas harga tabung gas yang baru. Asitab meminta Depperin untuk menaikkan harga tabung menjadi Rp 130.000. Alasannya, harga BPKP itu tidak memasukkan komponen kenaikan harga BBM bersubsidi.

Atas harga baru itu, Ketua Asitab Tjiptadi terpaksa menerima harga baru yang ditetapkan Depperin itu karena tidak bisa menolak. "Sebenarnya sangat sulit diterima tapi kami tak bisa menghindar," katanya. Tjiptadi berharap harga baru ini hanya berlaku hingga September.

Tjiptadi bilang, jika PT Krakatau Steel menaikkan lagi harga baja maka ia meminta pemerintah mengkaji harga tersebut. "Kami akan membicarakan lagi dengan Depperin," jelasnya.

Soal pengadaan tabung ini memang rumit. Dari tender tabung taliap pertama sebanyak delapan juta tabung, industri tak sepenuhnya bisa memenuhi. Produksinya masih kurang sebanyak 1,2 juta tabung. Padahal kebutuhan tabung mencapai 40 juta. Mau tak mau pemerintah pun harus mengimpor dengan acuan harga baru itu.

Selain mengimpor, pemerintah juga menunjuk empat BUMN untuk membuat tabung. Sayangnya, empat BUMN itu, seperti PT Bharata, PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya, dan PT Bandung Batam Inc belum memiliki pabrik tabung gas. "Mereka belum mempunyai pabrik tabung," aku Menperin Fahmi Idris.

Abdul Wahid Fauzie

Sumber :  Harian Kontan, Page : 14 

 

 Dilihat : 3621 kali