04 Juni 2008
DPD Milih IPO Krakatau Steel

DEWAN Perwakilan Daerah (DPD) memahami banyaknya penolakan masyarakat terhadap rencana privatisasi PT Krakatau Steel (PTKS). Untuk itu DPD menyarankan agar privatisasi salah satu perusahaan strategis itu melalui Initial Public Offering (IPO). Demikian menurut Ketua DPD Ginanjar Kartasasmita saat beraudiensi dengan Ketua Umum DPP Paguyuban Warga Banten (Puwnien) Tubagus Farich N serta jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten.

"Tetapi, persentase saham PTKS yang dilepas melalui IPO harus terkendali dan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan suntikan modal untuk mendongkrak produktivitas PTKS. Kalau cukup dijual 10 persen saham, ya segitu saja," ujar Ginandjar.

Menurutnya, ada tiga prinsipyang harus dipegang teguh menyangkut PTKS, yaitu menjunjung kedaulatan negara di atas segala-galanya dan mempertahankan perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang strategis. Kalaupun mendesak kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas, dan ragam jenis produksi, serta efisiensi dan efektifivitas produksinya maka harus dicarikan cara-cara yang terbaik secara politik, ekonomi, dan sosial.

"Pemerintah jangan tergesa-gesa mengambil langkah, karena toh tidak sangat mendesak. Jangan sampai terjadi penyesalan. Kalau sudah kita sesali, tidak bisa mundur lagi," tambah Ginandjar.

Pemerintah harus mengambil pelajaran dari pengalaman pahit memprivatisasi PT Indosat, PT Telkomsel, BCA, PT Semen Gresik, Bank Danamon, atau Jakarta International Container Terminal (JICT) yang merugikan negara.

Ginanjar juga menyarankan agar sebelum memprivatisasi, hendaknya pemerintah memperbaiki manajemen PTKS.

"Untuk memperbaiki PTKS tidak lantas strategic partner, sehingga orang-orang asing duduk di jajaran komisaris dan direksi. Belum tentu harus begitu ujarnya.

Sumber :  Jurnal Nasional, Page : 6

 Dilihat : 3087 kali