04 Juni 2008
Privatisasi Krakatau Steel Terbaik Melalui IPO

OPSI apa yang digunakan untuk memprivatisasi PT krakatau Steel (KS) belum juga diputuskan. Bahkan bola panas kian bergulir dan melibatkan berbagai pihak, termasuk para petinggi negeri ini.

Wakil Presiden (Wapres) M Yusuf Kalla meminta pengertian rakyat Indonesia mengenai persoalan di KS yang membutuhkan investasi cukup tinggi dalam mengembangkan industri baja dalam negeri. Wapres juga mengatakan, penjualan saham perdana [initial public offering  atau go public tak mungkin dilakukan saat ini. karena memburuknya pasar saham, kalla meragukan, dengan melakukan pinjaman ke bank dapat menutupi besarnya biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan KS kedepannya.

Berbeda dengan sikap Wapres yang mengisyaratkan privatisasi melalui strategic sale (di jual). Menteri Penahanan (Menhan) Juwono Sudarsono menilai. rencana penjualan KS kepada harus diwaspadai dan dipertimbangkan. Mengingat KS merupakan industri strategis yang menyuplai bahan baku pembuatan alutsista bagi pertahanan nasional. Dia dengan tegas bahkan meminta pemerintah mendukung privatisasi ks melalui go public [Jurnal Jumat 23/5.

DPR pun tak mau kalah suara sebagian besar anggota Komisi VI DPR dalam rapat kerja dengan Kementerian Negara BUMN di Jakarta, Senin (26/5) bahkan meminta waktu privatisasi KS dilakukan usai pemilu 2009. Karena privatisasi KS ini disinyalir sarat kepentingan politis menjelang pemilu, sehingga rawan terjadi penyelewengan dana. "Cooling down dululah, kalaupun opsi harus diambil, yang terbaik adalah go public Masalah waktu go public, kan bisa ditunggu sampai pasar membaik, yang penting asing tidak terlibat,* kala anggota Komisi Vl dari Fraksi PAN. Zulkifli Hasan.

Kalangan ekonom pun tak mau tinggal diam Terhadap pernyataan yang mengatakan ks tidak mungkin melakukan IPO. karena kondisi pasar saham lesu dimentahkan kepala Riset PT Mega Capital Indonesia, Felix Sindhunata. Dia menilai go public tidak perlu bergantung keadaan pasar. Karena yang dilihat lnvestor KS secara fundamental, yakni sebuah bisnis yang menjanjikan dan strategis. Kondisi KS sehat jika go public di semester II tahun ini tetap menguntungkan. Apalagi di semester II. mark. lihat cukup baik. Sebenarnva timing bukan masalah untuk KS, jika masih ragu dengan pasar, ks dapat go public semester I tahun depan, katanya saat dihubungi Jurnal Nasional belum lama ini.

Sedangkan pengamat Hukum BUMN, Bismar Nasution mengatakan, go public adalah cara terbaik untuk privatisasi KS, karena terjadinya penyebaran kepemilikan ke masyarakat. Sehingga kontrol terhadap perusahaan lebih transparan. Melalui IPO, yang berlaku adalah Undang-undang (MJ) Pasar Modal No 8 Tahun 1995 yang menuntut perusahaan harus menganut prinsip keterbukaan ke pada publik. "Prinsip transparan ini merupakan salah satu syarat dari terwujudnya Good Corporate Governance (GCG) yang dicita-citakan BUMN," katanya kepada Jurnal Nasional akhir pekan lalu.

Tak hanya aksi penolakan terhadap opsi strategic sales dari eksternal saja yang datang. Justru penolakan terkuat berasal dari tubuh KS sendiri. Komisaris Utama KS, Taufiequrachman Ruki bahkan merasa heran dengan pihak-pihak yang begitu ngotot memaksakan strategic sales sebagai pilihan. KS sendiri tidak memilih opsi itu kok. Heran, ada apa di balik ini semua? katanya beberapa waktu lalu.

Direktur Utama KS. Fazwar Bujang menambahkan, dengan kondisi yang prima seperti itu KS tidak membutuhkan strategic sales untuk mengembangkan usaha. Pengembangan bisnis terbaik menurutnya, dapal dilakukan go public ataupun dengan melakukan pinjaman ke bank. "Kita tidak butuh partner [strategic sales) untuk pengembangan usaha. Kami lebih butuh sparing partner untuk memacu pertumbuhan bisnis ks katanya menjelaskan. Menurut Fazwar, dengan IPO, KS akan mendapatkan equity tambahan sekitar Rp2 triliun. Serta dapat berkembang mandiri dan tanpa Intervensi asing, sesuai dengan pertumbuhan pasar baja domestik. KS bahkan sudah ditawari pihak perbankan untuk melakukan peminjaman.

"Dengan kondisi perusahaan yang sehat seperti ini. tidak mustahil kami mendapat pinjaman sebesar Rp 11 triliun dan perbankan. Beberapa bank bahkan sudah menawari pemberian pinjaman ke kami" katanya menegaskan.

Bahkan, KS akan merevisi target perolehan laba tahun 2008 menjadi Rp 850 miliar dari sebelumnya Rp430 miliar. Peningkatan taget hingga dua kali lipat ini didorong oleh pencapaian laba yang sudah dicapai di kuartal 1-2008 sebesar Rp411 miliar. Hal itu cukup untuk menunjukkan bahwa KS adalah perusahaan yang sehat dan berpotensi besar untuk berkembang kedepannya.

Sedangkan, Kementerian negara BUMN sendiri merasa gerah dengan isu privatisasi KS yang semakin berkembang. Menneg BUMN, Sofyan Djalil bahkan mengatakan, pembahasan masalah KS sudah keluar dari esensi yang sebenarnya. Dia menampik privatisasi KS ada hubungannya dengan strategi politik di lndonesia.

"Sebenarnya, privatisasi adalah hal yang lazim dalam dunia bisnis. Tapi. yang sekarang beredar, sudah dikait-kaitkan ke hal politis segala Esensi privatisasi KS sudah tidak pada tempatnya," kata Sofyan.

Sumber : Jurnal Nasional, Page : 17 

 

 Dilihat : 2779 kali