03 Juni 2008
Latinusa Impor Bahari Baku dari Asia

JAKARTA - PT Pelat Timah Nusantara (Latinusa) bergantung pada impor bahan baku dari perusahaan baja Asia. Biaya transportasi yang tinggi menyebabkan Latinusa tak mampu mengambil bahan baku impor dari perusahaan-perusahaan baja di luar Asia. "Apabila ambil bahan baku di luar perusahaan baja Asia, ongkos kirim menjadi sangat mahal," kata Direktur Utama Latinusa Ardhiman T.A. kemarin.

Saat ini harga minyak mentah, yang berada di sekitar level USS 130 per barel, semakin memberatkan biaya transportasi. Menurut Ardhiman, saat ini kebutuhan bahan baku pelat timah (thin plate) sekitar 180 ribu ton per tahun. Hampir 90 persen diimpor dari Nippon Steel dari Jepang, Pohang Iron Steel Company (Posco) dari Korea Selatan, serta perusahaan-perusahaan lain di Asia. "Sekitar 20 perusahaan yang menjadi pemasok," katanya.

Hingga kini, kata Ardhiman, dia belum mengetahui informasi ancaman Nippon Steel yang akan menghentikan pasokan bahan baku pelat timah, apabila ArcelorMittal mengakuisisi PT Krakatau Steel (Persero). Latinusa merupakan satu dari 10 anak usaha Krakatau {Koran Tempo, 2 Juni 2008). nunan

Sumber : Koran Tempo, Page : B2 

 Dilihat : 3679 kali