08 Oktober 2007
RODA BAJA RUSIA BERGERAK MENUJU AS

Industri Rusia sedang mendekati Amerika Serikat. Mereka merapat sambil menenteng baja. Beberapa produsen baja asal Rusia tengah melancarkan serangan ke pasar AS. Provokasi mereka yang terakhir: Magnitogorsk Irnn & Steclworks (MMK) berencana membangun sebuah pabrik senilai $1 miliar di Ohio selatan. Pada 17 September lalu, Viktor Rashnlkov Chief Executive MMK bertemu dengan Ted Strickland, Gubernur Ohio. Keduanya tengah membahas kesepakatan membangun sebuah, pabrik dengan kapasitas praduksi 1,5 juta ton per tahun. Strickland optimistis pertemuan itu akan memberikan hasil nyata. "Kami akan membantu perusahaan luar biasa ini dalam membuat sebuah keputusan yang menguntungkan kami," ujarnya.

"Serangan" industriwan baja Rusia ke AS memang tidak hanya dilakukan MMK. Dalam tiga tahun terakhir, produsen-produsen besar Rusia telah menyuntikkan modal lebih dari $3 miliar ke kancah industri baja AS. Pada November tahun lalu, Evraz Holding produsen baja terbesar Rusia mengakuisisi Oregon Steel (produsen rel kereta api dan pelat baja) dengan banderol $2,3 miliar.

Pada 2004, SeverStal produsen baja terbesar ke-2 di Rusia menggelontorkan $285 juta untuk mengakuisisi Rouge industries Inc., produsen baja asal Oregon (Michigan) yang bangkrut. SeverStal adalah pemilik 80% saham di SeverCorr, sebuah pabrik senilai $800 juta yang tengah dibangun di sekitar wilayah ladang pertanian di Columbus (Mississippi). Pabrik ini dijadwalkan mulai beroperasi pada musim gugur tahun depan. Jika pabrik itu telah beroperasi penuh, produksi SeverStal di AS akan melejit nyaris dua kali lipat, menjadi 5,8 juta ton per tahun. Ini akan mengangkat perusahaan tersebut sebagai salah satu dari lima produsen baja terintegrasi terbesar di AS, "Kami yakin mampu mengembangkan bisnis kami di AS dan siap mempertaruhkan uang untuk mewujudkan keyakinan ini," ujar Gregory Mason, Chief Operating Officer SeverStal North America Inc. Dalam empat tahun mendatang, mereka akan menanamkan investasi lagi sebesar $1 miliar.

Kenapa mereka begitu gigih berinvestasi di AS? Perusahaan-perusahaan Rusia punya uang berlimpah untuk memburu kesepakatan bisnis. Mereka didukung pasar domestik yang tumbuh pesat, biaya tenaga kerja yang murah di kampung halaman, dan juga harga logam yang tinggi di pasar global.  "Margin,laba mereka nyaris dua kali lipat dari margin laba rata-rata yang diraih produsen baja AS," ujar Alexander Pukhaeyev, analis bisnis logam di Deutsche Bank di Moscow. Ia mendeskripsikan sektor bisnis baja di Rusia sebagai yang terkuat di dunia secara keuangan.

Sementara itu, pasar AS memang menggiurkan. Setelah bertahun-tahun menghemat, produsen baja AS kini tak mampu memenuhi tingginya permintaan. Menurut estimasi Goldman Sachs & Co., industri Amerika mengimpor sekitar 30 juta ton baja per tahun. Jumlah ini hanya seperempat dari total baja yang dikonsumsi di AS. Sebagian dari baja yang diimpor tersebut dibeli dari Rusia, dengan biaya pengiriman yang hanya S100 per ton. Bandingkan ini dengan patokan harga logam di AS yang mencapai S600 hingga $800 per ton. "Semua pabrik kuno telah dimodernisasi," ujar Rob Edwards, analis bisnis logam di Renaissance Capital di Moscow. "Ini menciptakan sebuah pasar yang kekurangan pasokan. Dan itu membuka peluang bagi Rusia."

Sebagian besar produksi baja itu untuk memenuhi permintaan para produsen mobil. Ini merupakan sebuah strategi yang dianut produsen baja lain di seluruh dunia. Arcelor Mittal, misalnya. Perusahaan yang berbasis di Luksemburg dan menjadi pemain utama dalam pasar baja global ini adalah pemasok baja bagi industri otomotif di Amerika Utara. Pada Juni lalu, ThyessenKrupp yang berbasis di Jerman, mengumumkan rencana membangun sebuah pabrik baja senilai $.17 miliar di Alabama tentunya untuk tujuan serupa. Pada Agustus lalu, U.S. Steel menggelontorkan Sl,l miliar untuk mengakuisisi Stelco Inc. (perusahaan pemasok kunci bagi industri otomotif yang berbasis di Kanada).

Bisa jadi, produsen Rusia akan sulit bersaing dengan raksasa-raksasa tersebut. Namun, mereka punya keahlian merevitalisasi pabrik yang kondisinya buruk. Contohnya adalah pabrik baja Rouge dan Oregon. Begitu pula pabrik MMK yang terletak di Kota Magnitogorsk di lereng gunung Urai. Awalnya, pabrik itu tidak lebih dari sebuah gedung tua peninggalan Uni Soviet. Namun, dalam satu dasawarsa terakhir, MMK mampu menghasilkan uang sekitar $2,6 miliar dan mengganti tanur-tanur tinggi kuno yang banyak mengembuskan polutan dengan peralatan peleburan mutakhir.

Pihak Rusia masih punya kartu as lain. Mereka memiliki pabrik Rouge yang diakuisisi SeverStal yang berlokasi di dekat pabrik truk River Rouge milik Ford Motor Co, yang telah menjadi kliennya selama beberapa dasawarsa. SeverCorr akan menjadi perusahaan pertama yang memakai tungku listrik dalam memproduksi baja imtuk industri otomotif. Teknologi ini selain hemat tenaga kerja juga hemat biaya. Apalagi lokasinya sangat strategis. Di sekitarnya ada dua pelanggan potensial, yakni pabrik Toyota Motor Corp. di Kentucky dan Texas sena beberapa pabrik otomotif lain yang mengusung merek Eropa dan Jepang yang saat ini tengah bermigrasi ke AS bagian selatan.

(Sumber: Business Week - 08 Oktober 2007)

 Dilihat : 4560 kali